Kamis, 10 April 2014

SLIPER CLUTCH


SLIPPER CLUTCH untuk Sepedamotor
Kegunaan kopling adalah untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke roda semulus mungkin, tanpa kejutan diroda atau membuat mesin berhenti berputar.Menyambung/memisahkan putaran mesin ke roda melalui perbedaan gesekan antara plat-plat kopling. Kopling terutama diperlukan saat sepedamotor akan mulai bergerak, saat kondisi mesin sudah berputar, tetapi roda belum berputar.
Umumnya kopling dipasang pada countershaft yaitu poros transmisi yang berputar berlawanan arah dengan putaran roda. Bagian luar (clutch shell) kopling berhubungan dengan mesin, dan bagian dalam (clutch hub) berhubungan dengan roda/transmisi, antara clutch shell dan clutch hub dihubungkan oleh plat-plat kopling.
Kopling mutlak diperlukan, namun ada juga kerugian saat digunakan yaitu terputusnya tenaga mesin ke roda belakang saat tuas kopling ditarik untuk berpindah posisi gigi transmisi.
Untuk mengurangi hal tersebut dilakukan perpindahan gigi tanpa menarik tuas kopling, yang disertai kontrol gas yang baik (rpm yang pas), perpidahan gigi dapat berjalan mulus terutama untuk perpindahan ke posisi gigi yang lebih tinggi.
Tetapi untuk berpindah ke posisi gigi yang lebih rendah (kadang turun posisi gigi lebih dari satu tingkat percepatan) kontrol gas lebih sulit, dan jika menarik tuas kopling terlalu banyak akan kehilangan efek rem dari mesin, putaran mesin akan menjadi terlalu tinggi, atau dapat juga terjadi skid/hop pada roda belakang.
Nah supaya hal terakhir diatas tidak terjadi digunakanlah SLIPPER CLUTCH, yaitu kopling yang dapat membuat kondisi selip sendiri. Kenapa kopling yang bisa selip sendiri koq dipakai ? ternyata kopling-nya cuma selip saat tertentu saja, yaitu hanya saat roda belakang lebih bertenaga dibanding mesin, kalau selip saat harus menyalurkan tenaga mesin artinya memang harus ke bengkel ganti plat-plat kopling.
Cara kerja SLIPPER CLUTCH (lihat gambar):
Jika putaran tenaga lebih kuat pada sisi clutch shell, karena bentuk “ramp” pressure plate akan bergeser kearah clutch hub semakin rapat menekan plat-plat kopling, keuntungan tambahan jadi dapat menggunakan per kopling yang lebih lunak, tuas kopling jadi ringan.
Jika putaran tenaga lebih kuat pada sisi clutch hub, karena bentuk “ramp” pressure plate akan menjauhi clutch hub plat-plat kopling merenggang, terjadi selip , tidak perlu tarik tuas kopling, konsentrasi tekan rem, turunkan keposisi gigi yang tepat, jaga rpm, lepas rem, counter steering, masuk tikungan, betoot gas lagi….., shift up juga tanpa menarik tuas kopling, so anda masuk dan keluar dari R1 lebih cepat dibanding lawan yang tidak menggunakan slipper clutch, siap-siap tikungan berikutnya……..
salam

2 komentar: