Senin, 14 April 2014

"TEMBILAHAN,... 26 - 27 OKTOBER 2013,... "ENGKAU UJI NYALI DAN KEMAMPUANKU"

Hari Senin, 14 April 2014 jam menunjukkan 05:04 pm. Setelah selesai Jam rutinitas kantor, kembali bongkar file lama, soal Tembilahan. Setelah melihat foto-foto perjalanan ke Tembilahan, kembali keinginan untuk menumpahkan rasa melalui tulisan di Blog yang dibuat oleh Bro Zean, bagaimana perjalanan menuju Tembilahan.

Sekilas info bahwa di Tembilahan ada 20 Kecamatan, 4 kecamatan di daratan dan masih ada 16 kecamatan di perairan / pulau-pulau. Siklus perdagangan 24 jam, kami tiba sore pasar malam udah mulai, pasar sayur mulai buka sedang menunggu truk sayur dari Sumbar. Sangat ramai sekali , gak nyangka sama sekali. Sungguh luas wilayah Tembilahan ini plus keberagaman sukunya, bukti Kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Berkuasa atas Ciptaan-NYA. Kalau gak jalan seperti ini jelas gak tau wilayah dan daerah ini.

Tembilahan dikenal sebagai Negeri Seribu Parit. Mengapa ?.... Sebab jalan menuju Tembilahan akan melalui banyak jembatan untuk menyeberang kanal-kanal baik yang alami maupun buatan. Maka kecepatan motor tidak bisa maksimal, ... badan pun dituntut lebih lentur,... kalau keras terimalah resikonya. Dengan pertemuan singkat dan padat, hanya 3 Biker yang memberikan kepastian yakni ane, Bro Dedi dan Pak Suhadi. Tanpa banyak basa basi lagi dan sudah paham kondisi , kami ber-3 pun Start dari warung pitalah.

Rutenya ; Dumai - Pakning - Siak - Pelalawan - Rengat - Tembilahan
Waktu itu cuaca cukup panas jam 07.00 26 Okt 2013 kami mulai jalan, jalanan dari Dumai sampai Siak terbilang cukup mulus bisa menguji kemampuan motor dan fisik serta nyali pengendaranya. Memasuki wilayah Pelalawan, Jalanan langsung koneksi ke Jalan Raya Lintas Timur yang keadaan jalannya lebih lebar, mobil - mobil besar sebagai lawan main di jalan. Ditambah cuaca yang semakin panas , membuat tingkat ke-hausan semakin cepat dari yang diperkirakan. Ketrampilan sangat dituntut dalam menghadapi kenderaan-kenderaan besar yang melintas.

Bagi ane pribadi memang udah beberapa kali menuju Jawa lewat lintas Timur, namun dengan motor baru pertama kali. Sangat terasa sangat menguji fisik dan mental sebagai pengendara motor. Beda kalau kita ride menuju tempat yang dingin, ... semakin segar... tapi ini Tembilahan Bro,... Dinamika kerasnya kehidupan di Tembilahan seakan tercermin pada jalan aspal menuju Kota itu. Pantulan sinar Sang Surya dengan media pemantulnya jalanan aspal, mengucurkan keringat di badan yang dilapisi jaket Contin Street Performance. Seperti sauna berjalan Bro............

Wal Hasil,... sekitar jam 5 sorean lewat 30 menit,... kami tiba di Tembilahan dan langsung ketemu adiknya Bro Dedi.... Ulfi Yance panggilan "Bro UL"... Mungkin karena lamanya tak bertemu maka,.... nampak bahagia sekali mereka ber-dua,... belum lagi mereka punya nostalgia sendiri waktu di kampung. Setelah melepaskan rasa bagaimana lamanya tak bertemu,.... maka selanjutnya dengan tidak buang waktu menuju pelabuhan Tembilahan untuk ngambil foto. Penyambutan yang hangat, ramah, dan bahkan untuk penginapan kami disiapkan hotel oleh adiknya Bro Dedi. Terima kasih berat ya UL,..... 


Tepat menjelang Senja Tiba di Tembilahan dan langsung menuju Pelabuhan untuk berfoto


Dari sisi lainnya dan latar belakang yang berbeda



Bro Dedi dan adiknya......


Dari Dumai - Pakning nonstop lanjut Siak,... singgah di kedai ini hanya minum


Sarapan Pagi ,.... semangat sikit

Foto di depan hotel.... begayo sikit


Tugu Tembilahan.....



Kantor Bupati Tembilahan


Cukup Megah Kantor Bupatinya

City tour and sight seeing Tembilahan city



Ane punya tunggangan

Namanya RC harus di depan

Pak Suhadi

Add caption


Di depan kantor DPRD Tembilahan

Jelaskan,.... bukan main-main ni Bro

POLRES nya ,...........


Ketemu kawan lama lagi



Ini namanya galau berat,...... pingin lanjut ke Jambi terus Jakarta

Akhirnya Tiba di Dumai Minggu, 27 Oktober 2013 malam,.... Makan dulu baru bubar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar